Kategori
NEWS

Indonesia Kedatangan Vaksin Sinovac Sebanyak 8Juta Dosis Lagi

Indonesia Kedatangan Vaksin Sinovac Sebanyak 8Juta Dosis Lagi

Indonesia Kedatangan Vaksin Sinovac Sebanyak 8Juta Dosis Lagi – Vaksin Sinovac adalah vaksin untuk mencegah infeksi virus SARS-CoV-2 atau COVID-19. Vaksin Sinovac yang dikenal juga dengan nama CoronaVac sudah mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

CoronaVac merupakan vaksin yang mengandung virus SARS-CoV-2 yang sudah tidak aktif. Penyuntikan vaksin Sinovac akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali virus yang sudah tidak aktif ini dan memproduksi antibodi untuk melawannya sehingga tidak terjadi infeksi COVID-19.

Indonesia kembali kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac, Kamis (22/7/2021). Sebanyak 8 juta download apk idn poker dosis tiba di  Bandara Soekarno Hatta pada pukul 10.55 WIB. Jutaan dosis vaksin itu dibawa dalam beberapa envirotainer atau fasilitas pendingin setelah diturunkan dari Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA891.

1. Kedatangan 8 juta bulk vaksin Sinovac mendorong percepatan program vaksinasi
Hore! Indonesia Kembali Terima 8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tahap ke-29

Yaqut menjelaskan, kedatangan vaksin ini akan mendorong percepatan vaksinasi secara nasional. Progran vaksinasi nasional ini juga menurutnya tidak bisa berjalan baik jika tidak didukung masyarakat luas.

“Oleh karena itu kami mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen bangsa untuk mendorong program vaksinasi dengan proaktif,” ujar Yaqut.

2. Vaksinasi sejalan dengan ajaran agama untuk menjaga keberlangsungan hidup
Pemerintah Optimalkan Pemenuhan dan Distribusi Vaksin

Selain itu, Yaqut menjelaskan, program vaksinasi ini merupakan penjabaran dari ajaran agama. Di mana, setiap warga beragama wajib menjaga keberlangsungan hidup sebagai karunia terbesar dari Tuhan.

“Menjaga kehidupan adalah langkah paling mulia. Sehingga program vaksinasi ini sejalan dengan spirit kita dengan ajaran agama untuk keberlanjutan kehidupan,” kata Yaqut.

3. Menag imbau masyarakat di zona PPKM Level 3-4 untuk tetap berada di rumah
Hore! Indonesia Kembali Terima 8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tahap ke-29

Meski program vaksinasi berjalan, Yaqut mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan untuk membatasi penularan COVID-19. Untuk warga yang berada di zona PPKM Level 3-4 atau zona merah dan kuning agar tetap di dalam rumah.

“Apalagi saat ini kita sedang melakukan PPKM Level 4 dan 3 untuk menyempurnakan ikhtiar untuk mengurangi tingkat penularan virus. Kami mengajak tetap di rumah sementara waktu sampai situasi memungkinkan sampai kita melakukan mobilitas,” kata dia.

Di dalam produk vaksin ini juga terkandung aluminium hidroksida sebagai bahan tambahan yang berfungsi untuk meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin.

Vaksin Sinovac dikembangkan oleh Sinovac Biotech Ltd. Vaksin ini sudah melewati uji klinis fase ketiga yang dilakukan di Brazil, Turki, dan Indonesia. Uji klinis fase ketiga di Indonesia menunjukkan nilai efikasi vaksin, yaitu efek perlindungan terhadap COVID-19, sebesar 65,3%.

Dosis dan Jadwal Pemberian Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac dapat di berikan kepada orang berusia 18–59 tahun yang sedang dalam kondisi sehat. Vaksin akan di berikan sebanyak 2 kali dengan jarak 14 hari. Dosis dalam sekali suntik adalah 0,5 ml.

Pemberian vaksin Sinovac untuk lansia, yaitu orang berusia 60 tahun ke atas, di lakukan sebanyak 2 kali dengan jarak 28 hari. Dosis vaksin dalam sekali suntik adalah 0,5 ml. Penggunaan vaksin Sinovac untuk lansia di atas 70 tahun masih dalam tahapan penelitian.

Pemberian vaksin akan di tunda jika Anda sedang demam (suhu tubuh >37,5 °C) atau memiliki tekanan darah di atas 140/90 mmHg. Vaksin Sinovac dapat di berikan kepada penderita diabetes melitus tipe 2 terkontrol dengan nilai HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5%.

Vaksin Sinovac tidak boleh di berikan kepada penderita HIV yang memiliki nilai CD4 di bawah 200 atau yang nilai CD4-nya tidak di ketahui. Pemberian vaksin untuk penderita penyakit paru-paru, seperti asma, PPOK, atau TBC, akan di tunda sampai kondisinya terkontrol. Pasien TBC dapat menjalani vaksinasi jika sudah mengonsumsi obat antituberkulosis selama minimal 2 minggu.

Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu selain yang telah di sebutkan di atas, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan boleh tidaknya Anda menjalani vaksinasi.